Mobil Sering Lewat Genangan Air, Ini Efeknya pada Sistem Rem

icon 26 January 2026
icon Admin

Berkendara di musim hujan sering memaksa Anda melewati genangan air yang tidak selalu bisa dihindari. Kondisi ini terlihat sepele, tetapi dapat menimbulkan dampak tersembunyi pada komponen penting kendaraan.

Salah satu bagian yang paling terpengaruh adalah sistem rem. Paparan air berulang dapat mengubah karakter pengereman secara perlahan, bahkan sebelum Anda menyadari adanya masalah.

Dampak Genangan Air terhadap Sistem Rem Mobil

sistem rem bekerja dengan komponen mekanis dan hidrolik yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Ketika mobil sering melewati genangan, air dapat masuk ke area yang seharusnya tetap kering.

Jika kondisi ini terjadi berulang kali, kinerja sistem rem dapat menurun secara bertahap. Memahami efeknya membantu Anda melakukan antisipasi sebelum muncul risiko terhadap keselamatan.

Berikut adalah dampak genangan air terhadap sistem rem mobil yang harus diketahui seluruh pemilik kendaraan. 

  1. Penurunan Daya Cengkram Rem Setelah Terkena Air

Saat cakram atau tromol rem terkena air, daya cengkeram sistem rem dapat menurun untuk sementara. Lapisan air mengurangi gesekan antara kampas dan permukaan rem.

Akibatnya, jarak pengereman menjadi lebih panjang. Kondisi ini sangat terasa setelah melewati genangan dalam kecepatan rendah.

Jika Anda sering mengalami hal ini, sistem rem berisiko bekerja tidak konsisten. Respons pengereman pun menjadi kurang presisi dan membuat keselamatan selama berkendara dipertaruhkan.

  1. Munculnya Karat pada Komponen Sistem Rem

Air yang tertahan di area rem dapat memicu korosi. Bagian seperti cakram, kaliper, dan pegas menjadi rentan terhadap karat.

Munculnya karat jelas sangat mengganggu pergerakan komponen sistem rem. Dalam jangka panjang, pengereman menjadi terasa kasar atau tidak merata.

Masalah ini sering berkembang tanpa gejala awal yang jelas dan biasanya Anda baru menyadarinya saat performa rem mulai menurun.

  1. Kampas Rem Lebih Cepat Aus Akibat Kelembaban

Kelembaban berlebihan membuat kampas rem bekerja dalam kondisi tidak ideal. Material gesek mengalami perubahan karakter akibat paparan air berulang.

Akibatnya, sistem rem harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan daya henti yang sama. Kondisi ini mempercepat keausan kampas.

Jika Anda mengabaikannya, biaya perawatan terhadap bagian ini justru akan meningkat. Pemeriksaan rutin yang terjadwal membantu menjaga usia pakai komponen.

Tanda Awal Masalah pada Sistem Rem yang Perlu Diwaspadai

Anda dapat mengenali gangguan sistem rem dari gejala sederhana yang seringkali muncul. 

  • Rem yang terasa kurang pakem atau muncul bunyi setelah melewati genangan bisa jadi merupakan tanda awal. 

  • Getaran ringan pada pedal juga menjadi tanda adanya air atau karat. Gejala ini tidak boleh Anda abaikan.

Dengan merespons tanda awal yang sudah muncul, Anda dapat mencegah kerusakan lanjutan. sistem rem pun tetap bekerja optimal jika Anda segera membawanya ke tukang servis. 

Langkah Antisipasi agar Sistem Rem Tetap Aman

Beberapa langkah berikut ini dapat diantisipasi dan segera dilakukan supaya rem tetap aman. 

  • Setelah melewati genangan, Anda sebaiknya mengeringkan rem dengan pengereman ringan. Cara ini membantu menguapkan air dari permukaan rem.

  • Selain itu, lakukan pemeriksaan sistem rem secara berkala, terutama saat musim hujan. Pastikan komponen bersih dan bergerak normal.

Langkah sederhana ini menjaga pengereman tetap responsif. Keamanan berkendara pun lebih terjamin.

Sering melewati genangan air memang sulit dihindari, tetapi dampaknya pada sistem rem bisa Anda kelola dengan kebiasaan yang tepat. Antisipasi dini membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Untuk memastikan pemeriksaan dan perawatan sistem rem dilakukan secara menyeluruh dan sesuai standar, Anda dapat mengunjungi suzukiaceh.co.id dan mendapatkan layanan profesional bagi kendaraan Anda.